|||HOME ||||||| SERVICE ||||||| GARANSI ||||||| CONTACT

Cara cek dan pasang mesin submarsible atau satelit



Cara cek dan pasang mesin submarsible atau satelit

Pompa submarsible atau disebut juga pompa satelit adalah pompa yang dioperasikan di dalam air dan akan mengalami kerusakan jika dioperasikan dalam keadaan tidak terdapat air terus-menerus, Jenis pompa ini mempunyai tinggi minimal air yang dapat dipompa dan harus dipenuhi ketika bekerja.
Baca juga : Memperbaiki pompa air yang mati

Kelebihan Mesin Pompa Satelit Submersible
  • Biaya perwatan yang rendah.
  • Tidak berisik karena berada dalam sumur.
  • Pompa memiliki pendingin alami karena posisinya terendam dalam air.
  • System pompa tidak menggunakan shaft penggerak yang panjang dan bearing.

Cara Cek & Memasang Mesin Satelit Submarsible

1. Cek voltase tegangan listriknya dengan tang amper, apakah masih normal 220 volt, kalau turun di bawah 200 volt anda harus menambahkan alat stabilizer untuk menormalkan voltase listrik anda, karena stabizer sangat penting untuk mesin jenis satelit submarsible atau mesin benam.

2. Cek kontrol panelnya satu persatu, power PLN kontaktor over loud dan wlc, apakah masih normal semua, cara mengecek panel
  • Cabut dulu kabel yang dari mesin submarsible ada 3 kabel.
  • Cabut kabel yang dari otomatis elektoda sumur ada 3 kabel,1  2 dan 3.
  • jemper kabel 1 dan 3 yang dari otomatis elektroda bawah tadi.
  • Cabut kabel dari otomatis bak atau torn ada 3 kabel biarkan ke cabut jangan di jemper.
  • Lalu start.....

3. Jika pompa tidak mau hidup atau mati, cek capasitor ganti terlebih dahulu jika komponen ini tidak berfungsi.

4. Sambil di start, cek ampere kabel power saat  pompa running. Jika amper pompa cukup tinggi di atas 10 A ada beberapa kemungkinan:
  • Motor mendapat beban cukup berat misal impeler kotor, volume air sudah berkurang pompa bekerja dalam air dengan batas sangat minimum atau kering dalam waktu yang lama.
  • lilitan kumparan stator bermasalah.
  • Instalasi pompa submersible standard dilengkapi  safety untuk mendeteksi kedalaman air berupa sensor electroda. Jika sensor ini dalam kondisi baik, turunnya kedalaman air dalam batas minimum akan terdeteksi, dan automatis memutus power ke motor,Beberapa teknisi kadang hanya mengandalkan TOR ( Thermal Overload Relay ) yang terpasang pada Contactor untuk mendeteksi kondisi pompa dan kedalaman air. Biasanya logika yang dipakai, saat kedalaman air berada dalam batas minimum, motor akan berputar dalam kondisi kering, ini akan menyebabkan kenaikan temperature motor dan ampere motor. Kenaikan dalam batas setting ampere pada TOR akan menyebabkan Contactor memutus hubungan power,Namun teknik ini sangat tidak disarankan, prinsipnya kedalaman air tanah harus dideteksi dengan sensor yang mendeteksi kondisi langsung. Dalam jangka panjang penggunaan setting ampere pada TOR menyebabkan lilitan stator bermasalah ( short ).

5. Perhatikan  debit air, jika semburan awal tinggi kemudian melemah, kemungkinan besar volume air dalam sumur  berkurang. Jika semburannya lemah mulai dari awal motor running, ini tanda-tanda problem dari motor.

6. Angkat pompa submersible ke permukaan, Periksa kondisi fisik

7. Cek ulang Level  kedalaman air dengan menggunakan tali di beri pemberat, Ukur  kedalaman air dan  jarak permukaan ke dasar, Saya juga pernah temui sumur yang longsor dibagian dasarnya, kemungkinan struktur tanah labil atau efek getaran  gempa, inormasi ini penting saat penempatan titik pompa dan setting posisi sensor electroda.

8. Jika anda yakin tidak ada masalah dengan volume air dalam sumur, fokuslaah untuk perbaiki pompa.

9. Jika anda merasa yakin untuk melakukan cleaning, berilah tanda terlebih dahulu sepanjang bodi casing penutup impeler, untuk memastikan posisi pasang seperti awal, Buka impeller satu persatu, cuci lalu pasang kembali, setelah itu buka impeller  berikutnya.

10. Periksa kondisi impeller dan shaft, jika sudah aus atau cacat , catat Type pompa submersible anda, lalu  dapatkan parts original di suplier resmi, jika sudah  selesai cleaning dan pompa dirakit kembali, test terlebih dahulu didalam bak air, debit air keluar dan ampere motor.

11. Jika tidak ada perubahan, jangan diteruskan eksperimen anda, Segera hubungi  Service Pompa resmi dan terpercaya, setelah selesai service, minta pompa ditest kembali dan lihat ampere motor saat running, jika masih cukup tingggi di atas10 A , jangan diterima, Perbaikan belum complete.

12. Saya rekomendasikan pemasangan dilakukan oleh petugas service, ini penting jika anda ingin mendapat garansi perbaikan.
Perhitungan yang tepat antara suplay dan tingkat konsumsi sangat penting.  Idealnya Suplay lebih besar dari pada tingkat konsumsi, Namun jika anda memiliki titik sumber yang terbatas, penggunaan Tankl air atau Ground Tank merupakan solusi yang lebih baik, untuk mengetahui debit titik air, biasakan memasang meteran air di out put  pompa, dan buatlah jadwal inspeksi debit, rutin setiap hari. Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dan industri, konsumsi air tanah dengan hemat dan secukupnya, memiliki lahan hijau dan sumur-sumur resapan di sekitar pabrik akan menjamin kelangsungan ketersediaan air dalam jangka waktu yang lama.
Baca juga : Cara memilih pompa air


Jangkuan Menangani Problem Air

Wilayah Tangerang Selatan
Ciputat, Bintaro, Serpong, Bsd, Pamulang, Pondok cabe, Cirende, Cileduk, Jombang, Pondok kacang, Pondok jagung, Pondok aren.

Wilayah Jakarta Selatan
Cilandak, Pancoran, Mampang, Gandaria, Lebak bulus, Kebayoran, Radio dalam, Pasar minggu, Kalibata, Pondok indah, Pondok pinang, Kuningan, Tebet.

Wilayah Jakarta Timur
Cijantung, Ciracas, Rawamangun, Kelapa gading, Kampung melayu, Taman mini, Pondok gede, Clilitan, Cilangkap, Pasar rebo, Condet, Pulo raya.

Wilayah Jakarta Barat
Kebon jeruk, Permata hijau, Pos pengumben, Slipi, Tomang, Kapuk, Kemnggisan, Puri indah, Puri kembangan.

Wilayah Depok
Depok, Sawangan, Kelapa Dua, Limo, Cinere, Beji, Ciganjur, Cibubur, Cikeas


Hubungi Countact Kami :


Percayakan masalah air kepada kami
Cepat profesional dan bergaransi
Terima Kasih Atas Kunjunganya

10 Responses to "Cara cek dan pasang mesin submarsible atau satelit"

  1. Gan, saya punya masalah dengan saklar pada control box mesin submersible. Saklar dah diganti sampe 4 kali tapi tetep aja rusak. Kira-kira jika dirubah supaya jadinya tanpa saklar bisa gak, sekalian cara rubahnya itupun kalo bisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. kabel yang dihubungkan harus sama sama api gan atau istilahnya kawat fasa,
      terus ketahanan sakelarnya juga harus sesuai dengan tegangan dan arus pompa. misal utk 220V dan 32 Ampere

      Hapus
  2. gan, sy punya problem pompa submersible, sy on kan, kontaktor trip terus... brgkali ada solusinya..? apa yg harus dicek..? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  3. gan,saya punya masalah dengan pompa airdi rumah.air dalam posisi menyala,tiba tiba mati...tombol saklarnya masih menyala,penyakitnya darimana ya??

    BalasHapus
  4. Saya jg panya masalah,saat dinyalain tiba2 tombol sikring langsung keluar n air tidak ngalir lg...knp ya?

    BalasHapus
  5. Saya jg panya masalah,saat dinyalain tiba2 tombol sikring langsung keluar n air tidak ngalir lg...knp ya?

    BalasHapus
  6. Gan cara memasang mesin simblelnya misalkan kedalaman 45m disimpen kedalman berap?

    BalasHapus
  7. Pak kira2 pompa submersible yang bagus apa ya untuk 40meter? Yg ada otomatisnya bila air sumur habis, pompa otomatis mati sendiri? Dan harga jg bersahabat

    BalasHapus
  8. Selamat sore bos.... Mau tanya.. Saya punya sumur gali atau sumur cincin (bukan sumur bor) dengan kedalaman 18 sampai 25 meter dengan ketinggian air sekitar 1.5 meter... Bisakah saya pasang pompa sibel...??? Soalnya pompa semi jet biasa lagi rusak... Rencana mau ganti sibel... Apa yang harus saya persiapkan... Mohon pencerahannya... Sibel yang spek berapa harusnya... ??? Tengs

    BalasHapus